*** MARI KITA SALING BERBAGI INFORMASI - MANFAATKAN MEDIA SEBAGAI SARANA EDUKASI - MAJULAH BANGSAKU - MAJULAH INDONESIAKU ***



Sunday, December 18, 2011

Kemkeu: Pemerintah Perlu Jaga Iklim Berusaha


Jakarta (ANTARA) - Pemerintah perlu menjaga iklim berusaha untuk mendorong investasi dan mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, kata Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro. 
"Kalau mau pertumbuhan tinggi, rasio investasi harus 10 persen, pemerintah saat ini lebih mendorong masuknya `Foreign Direct Investment`," katanya di Jakarta, Senin. 
Bambang mengatakan, untuk mencapai target pertumbuhan tinggi tersebut, pemerintah perlu mempercepat pembangunan sarana infrastruktur dengan bantuan sektor swasta. 
"Kami perlu membangun infrastruktur dalam jumlah besar, sekarang masih perlu waktu, yang terpenting bukan pemerintahnya tapi bagaimana mengajak swasta untuk ikut membangun infrastruktur," ujarnya. 
Selain itu, menurut dia, pertumbuhan ekpor yang masih cukup tinggi dan konsumsi masyarakat yang terjaga dapat dimanfaatkan agar pertumbuhan Indonesia tahun depan bisa mencapai asumsi yang ditetapkan 6,7 persen. 
Apalagi, Bambang mengatakan, impor Indonesia terbesar saat ini bukan merupakan barang konsumsi, melainkan barang modal dan bahan baku yang diharapkan dapat mengembangkan industri dalam negeri. 
"Saya pikir impor yang terbanyak saat ini bukan impor barang konsumsi, impor terbanyak barang modal dan bahan baku jadi sebenarnya cocok untuk pengembangan industri dalam mendorong ekonomi," ujarnya. 
Terkait pertumbuhan ekonomi triwulan III yang mencapai 6,5 persen, Bambang menjelaskan, angka tersebut sesuai prediksi sehingga pada akhir tahun pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,5 persen. 
"Kalau prediksi memang hingga akhir tahun 6,5 persen, karena belanja pemerintah mungkin akan meningkat dekat akhir tahun ini dan mudah-mudahan 6,5 persen bisa dijaga tahun ini," ujarnya. 
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi yang baik maka kepercayaan investor akan meningkat sehingga secara tidak langsung akan mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia. 
Menurut dia, angka pertumbuhan pada triwulan III 6,5 persen bisa menumbuhkan optimisme bahwa dengan fundamental ekonomi yang baik, dapat meningkatkan peringkat rating Indonesia menjadi level investasi. 
"Sesuai dengan ekspektasi. Kalau sesuai ekspektasi kan positif, artinya tidak ada kendala atau hal-hal yang bisa menurunkan tingkat pertumbuhan Indonesia. Maka saya juga mengharapkan kenaikan rating tidak lama lagi," ujarnya. 
Deputi bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Slamet Sutomo mengatakan ada beberapa sektor yang memerlukan pembenahan agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih meningkat seperti pertanian dan perikanan. 
Selain, pertumbuhan di luar Sumatera dan Jawa juga harus lebih ditingkatkan karena pertumbuhan masih belum terjadi secara merata di seluruh Indonesia. 

"Kita kan kaya akan sumber daya alam dan perikanan makanya agriculture base itu harus digalakkan, apalagi selama ini kan pendorong pertumbuhan cuma Jawa - Sumatera saja," ujarnya. 
Terkait pertumbuhan 2011, ia menjelaskan, target 6,5 persen akhir tahun akan tercapai walau diperkirakan pada triwulan IV pertumbuhan akan menurun. 
"Secara pola triwulan IV turun, tapi dengan turun sepertinya tidak akan banyak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga 6,5 persen masih bisa tercapai," kata Slamet.

No comments:

Post a Comment