*** MARI KITA SALING BERBAGI INFORMASI - MANFAATKAN MEDIA SEBAGAI SARANA EDUKASI - MAJULAH BANGSAKU - MAJULAH INDONESIAKU ***



Friday, March 18, 2011

Makanan Peredam Stres

Keseharian Anda sering berada di bawah tekanan? Jika iya, sebaiknya jangan didiamkan terlalu lama. Hati-hati, stres yang berkepanjangan bisa berujung pada depresi. Cobalah rutin mengonsumsi enam makanan berikut ini agar membantu Anda mengusir stres secara sehat, dikutip dari realbeauty.

Jeruk
Sebuah studi di Jerman yang dimuat dalam jurnal Psychopharmacology menemukan, vitamin C dapat membantu Anda mengurangi stres dan mengembalikan tekanan darah dan kortisol (hormon penyebab stres) ke tingkat normal setelah Anda stres. Vitamin C juga terkenal untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ubi Jalar
Ubi bisa mengurangi stres Anda. Sebab ubi akan memenuhi kebutuhan tubuh untuk mendapatkan karbohidrat saat Anda berada di bawah stres. Ubi yang mengandung vitamin beta-karoten akan membantu tubuh Anda untuk memproses karbohidrat.



Bayam
Kekurangan magnesium dapat menyebabkan sakit kepala migrain dan rasa lelah. Semangkuk sayur bayam bening mengandung magnesium sebesar 40 persen dari kebutuhan harian Anda.





Salmon
Salmo kaya akan asam lemak omega-3. Diet tinggi asam lemak omega-3 melindungi tubuh dari penyakit jantung. Sebuah studi dari Diabetes & Metabolism menemukan bahwa omega-3 menjaga hormon stres kortisol dan adrenalin dari puncak.



Avokad
Lemak dan kalium dalam avokad membantu menurunkan tekanan darah. Institut Nasional Jantung, Paru, dan Darah menyebutkan, salah satu cara terbaik menurunkan tekanan darah adalah mengonsumsi kalium cukup (alpukat memiliki lebih dari pisang).




Sayuran hijau
Brokoli, kale, dan sayuran hijau juga dapat membantu tubuh kita agar tidak lemah saat stres.

Selain makanan ada, tips lain pengusir stres, antara lain:
- Olaraga teratur
- Mengonsumsi makanan kecil (seperti buah atau biskuit rendah kalori) sepanjang hari, yang akan membuat gula darah Anda stabil.

Sunday, March 6, 2011

Bahaya Memangku Laptop



Apakah Anda memiliki kebiasaan mengoperasikan laptop dengan cara memangkunya? Sebaiknya hindari kebiasaan ini. Sebuah jurnal kesehatan yang diterbitkan awal pekan ini di Inggris mengungkap, kebiasaan ini dapat mengakibatkan kerusakan kulit permanen.
Dunia medis menyebutnya dengan toasted skin syndrome. Penyakit yang disebabkan paparan panas jangka panjang ini biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik di jaringan pigmen kulit terluar. Dalam kasus tertentu bahkan bisa memicu kanker kulit.
Penelitian dilakukan setelah seorang anak berusia 12 tahun menderita penyakit kulit di paha kirinya. Area kulit di paha kirinya mengalami perubahan warna disertai bintik-bintik berpola. Setelah diusut, anak ini ternyata memiliki kebiasaan memangku laptop saat bermain game online selama beberapa jam setiap hari. Kebiasaan itu sudah terjadi selama berbulan-bulan.
"Dia memang merasakan panas di sisi kiri setiap kali bermain game dengan memangku laptopnya. Tapi, asyiknya permainan membuatnya tak pernah hirau atau mengubah kebiasaan itu," kata para peneliti asal Swiss dalam Jurnal Pediatrics itu, seperti dikutip dari laman Telegraph.
Kasus lain menimpa seorang mahasiswa jurusan hukum di Virginia. Wanita muda ini harus berurusan dengan medis setelah mendapati belang-belang di kulit pahanya makin meluas. Awalnya, ia tak sadar bahwa kerusakan kulit itu akibat kebiasaan memangku laptop.
Dr Kimberley Salkey, yang menangani kasus mahasiswa itu, memastikan bahwa gangguan pigmen kulit itu terjadi akibat kebiasaan memangku laptop menyala selama enam jam per hari. Dalam pemeriksaan lanjutan, jaringan kulit di paha wanita itu tak bisa menolerir hantaran panas alas laptop yang mencapai 52 derajat celcius.
Selain laptop, sindroma ini juga bisa dipicu sejumlah perangkat elektronik atau bantalan pemanas. Banyak orang cuek karena umumnya hantaran panas itu masih bisa ditahan di kulit dan tidak menyakitkan.
Drs Andreas Arnold dan Peter Itin dari University Hospital Basel, yang melakukan penelitian itu mengatakan, toasted skin syndrome umumnya memang tidak berbahaya. Namun, jangan diremehkan karena kerusakan pigmen yang terjadi bisa mengarah ke kanker kulit.
"Jadi, tetap penting menggunakan peredam panas atau alas pengamanan lainnya saat memangku laptop dalam waktu yang lama."

Genetika Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus/Oyster Mushroom)

Jamur tiram merupakan jenis jamur konsumsi yang dapat dikembangkan dalam skala industri yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan sebagai anti kanker. Walaupun demikian, hingga saat ini belum diketahui bagian gen mana dari jamur ini yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, untuk menghasilkan sebuah terobosan, Sang-Kyu Park memusatkan tesis PhD nya di Universitas Umum Navarre pada pemetaan genetik jamur tiram.

Jamur Tiram -Oyster Mushroom

Distribusi Genetik yang Tidak Merata

Kelompok Penelitian Genetika dan Mikrobiologi di Universitas Umum Navarre telah membangun sebuah peta hubungan genetik jamur tiram berdasarkan penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) dan RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphisms), karakteristik fenotipe dan kloning gen.

Secara nyata, Sang-Kyu Park mengisolasi dan mempelajari 100 gen dari 10000 gen yang diperkirakan terkandung dalam jamur tiram, atau 1% dari total jumlah gen. Ia mempelajari pola ekspresi melalui perkembangan dan lokasi gen pada genom jamur. Pada penelitiannya, ahli biokimia asal Korea ini tidak menemukan gen mana yang berfungsi mengurangi kolesterol ataupun yang mengandung antikanker, tetapi dia menemukan hasil lain yang dia anggap sangat menarik.

Beliau menemukan bahwa beberapa gen terlibat dalam metabolisme dan struktur sel lainnya pada jamur tiram. Ada gen-gen yang hanya mengekspresikan dirinya pada jamur dewasa, dan ada pula yang mengekspresikan dirinya baik pada fase spora maupun miselium, dll. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi gen sepanjang genom jamur tiram tidak seragam, misalnya kromosom XI merupakan kromosom dengan ukuran terkecil tetapi memiliki jumlah gen terbanyak.

Jamur tiram mengandung nilai nutrisi, kadar vitamin, protein dan asam amino tak jenuh yang tinggi. Tetapi selain digunakan sebagai bahan makanan, jamur tiram juga dapat diproduksi secara industri untuk digunakan dalam produksi bubur kertas, kosmetika atau pada industri farmasi.