*** MARI KITA SALING BERBAGI INFORMASI - MANFAATKAN MEDIA SEBAGAI SARANA EDUKASI - MAJULAH BANGSAKU - MAJULAH INDONESIAKU ***



Thursday, June 2, 2011

Sepuluh Cara Berhemat

Ada sepuluh ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit.
1. Bawa air minum
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri — yang bisa diisi ulang.

2. Membawa daftar belanjaan
Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak.
3. Berjalan kaki lebih sering
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah. Informasinya bisa didapat melalui beberapa komunitas yang  berbagi kendaraan seperti www.nebeng.com.
4. Manfaatkan perpustakaan
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan.
5. Kurangi makan di luar
Usahakan memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar.
6.Jauhi ATM asing
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu. Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan.
7. Membuat kopi sendiri
Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.
8. Kurangi ke mal
Jalan-jalan ke mal bisa mendatangkan banyak godaan untuk membeli barang secara impulsif. Maka itu, lebih baik habiskan waktu libur dengan piknik ke taman atau museum.
9. Manfaatkan kartu diskon
Beberapa toko menawarkan diskon bagi pelanggan yang punya kartu anggota. Manfaatkan hal ini dengan bijak. Awas, ini berbeda dengan membeli barang diskon yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
10. Daur ulang
Kreatiflah: ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, memadukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik.
Anda punya ide lain?

Saturday, May 21, 2011

Rahasia Sikap Mental Pengusaha

Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2011 saya akan sedikit bercerita tentang cara meraih kesuksesan dalam berusaha, mungkin akan bermanfaat bagi generasi muda sebagai penerus bangsa ini, Indonesia. Banyak orang yang mencoba untuk berwiraswasta, tak semuanya berhasil. Pendiri Grup Saratoga dan Recapital Sandiaga Uno menceritakan rahasia suksesnya.

Pengusaha muda yang juga orang terkaya nomor 27 di Indonesia ini menekankan bahwa sikap mental adalah modal utama bagi calon pengusaha. Sikap mental ini harus dimiliki pengusaha dan calon pengusaha yang ingin berhasil.

Pertama, seorang wirausahawan harus punya pola pikir seperti pengusaha. "Mereka harus punya paradigma yang positif dan optimis," kata Sandiaga saat ditemui di kantornya, 26 April lalu.

Sandiaga sendiri mulai berwiraswasta setelah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja pada 1997. Untuk memulai usaha, modal bukan hal yang dinilai penting oleh Sandiaga. Tabu baginya untuk berkata "saya mau mulai berusaha tapi tak ada modal".

"Kuncinya adalah kemauan. Begitu kemauan ada, harus ada keberanian," kata dia. Keberanian tersebut akan menjadi modal yang paling utama dengan dukungan ide, rencana mencapai kesuksesan, kemampuan berjejaring dan kepercayaan dari kolega bisnis.

Dengan rangkuman bisnis yang solid tersebut, Sandiaga percaya, bukan pengusaha yang akan mencari modal melainkan modal yang akan menghampiri. Saat mengawali usahanya, Sandiaga mengakui bahwa menjalin usaha memang sangat sulit. Pernah selama enam bulan dia tak mendapatkan satu klien pun. "Sulit sekali mendapatkan kepercayaan dari investor," kata dia.

Seorang pengusaha juga harus mengubah paradigmanya, bukan lagi sebagai karyawan yang menggantungkan hidupnya dari gaji bulanan. Kondisi terjamin itu membuat karyawan tak suka mengambil risiko. Padahal, seorang pengusaha harus berani mengambil risiko.

"Pengusaha jatuh bangun karena bisnis memang penuh risiko," kata dia. Sandiaga menekankan bahwa kesuksesan tak pernah instan. Kesuksesan hanya dapat dicapai dengan kerja keras dan pantang menyerah.

Sunday, May 1, 2011

Catatan Arif Mulyadi - Hijrah

Pengajian kali ini membahas tentang hijrah, dalam arti “membaik” atau tepatnya bergerak dari satu titik dalam kehidupan kita ke titik lain yang lebih baik.

Hijrah diawali dengan keinginan untuk memperbaiki diri. Agar hijrah diridhai Allah, maka hijrah itu pun harus mengacu pada ketentuan-Nya. Ketentuan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Definisi Tuhan sebagai Kasih Sayang merupakan nilai universal yang dapat diterima semua orang. Apabila kita menjalani hidup ini dengan benar, maka sifat kasih sayang ini pula yang akan terpancar dari kita. Bahwa kita selalu berbuat baik, penuh kasih sayang, kepada semua.

Komponen dalam hijrah adalah: ingat dan bersyukur. Implementasinya: dengan senantiasa bersikap kasih sayang sesuai dengan Al Qur’an. Keluarannya: takwa dan perbuatan baik.

Mengingat Allah merupakan makna kata shalat yang sebenarnya. Mengingat perintah-Nya untuk kemudian dikerjakan, dan mengingat larangan-Nya untuk kemudian dijauhi. Ingat (zikir) sebanyak-banyaknya.

Bersyukur atas segala nikmat yang ada pada diri: tubuh, ruh dan jiwa (penglihatan, pendengaran, perabaan, perasaan, penciuman, dan akal pikiran). Cara mensyukurinya adalah dengan menggunakan dan merawat dengan baik segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.
* Cara merawat jasad ada empat: beri makan, bersihkan, beristirahat dan berolah raga.
* Cara merawat ruh: dengan berdzikir. Sebanyak-banyaknya. Minta perlindungan Allah.
* Cara merawat jiwa: dengan berbuat baik.

Al Qur’an digunakan sebagai acuan dalam hidup. Al Qur’an dibaca, dipelajari, dipahami, dilaksanakan, dan disyiarkan. Muhammad pun telah menciptakan berbagai reminder system (rukun Iman, Rukun Islam, Adzan, Iqamah) untuk membantu kita tetap ingat kepada-Nya.

Proses hijrah ini harus berlaku terus menerus, selama kita hidup. Inilah kesungguhan kita. Jihad yang sebenar-benarnya. Hijrah dan jihad harus menyatu. Sesuai kemampuan. Semua ini adalah proses.

[Ada pembicaraan menarik tentang mesjid. Sama seperti kesalahkaprahan terhadap pemahaman shalat, ada juga kesalahkapraham terhadap pemahaman mesjid. Secara bahasa, mesjid berarti tempat bersujud. Secara hakikat, tempat manusia bersujud di hatinya.
Maka kalbu seorang mukmin adalah baitullah yang sebenarnya. Mengingat Allah (shalat) dilakukan dalam hati kita (mesjid). Shalat dilakukan dalam mesjid. Saya suka ini ☺.]